Kepala mendongak ke langit hitam
Mata jasad menatap kelam malam
Lesu tanpa bintang dan rembulan
Tersorok di balik tebal awan;
Sedang aku berdiri di sini
Meratapi nasib sendiri
Sejenak air pun jatuh
Dari hati yang luluh
Dalam sunyi tiada bunyi
Tiada kicau tiada nyanyi
Hanya teriak bergema
Menggegar jiwa.
Dalam gugup
Dahi merunduk
Raga menggigih
Simpati ditagih
Dipohon ihsan
Belas kasihan
Pada Tuhan:
Agar setiap ujian
Dibekalkan iman
Tak goyah meski payah
Tak goncang meski panjang.
Mata jasad menatap kelam malam
Lesu tanpa bintang dan rembulan
Tersorok di balik tebal awan;
Sedang aku berdiri di sini
Meratapi nasib sendiri
Sejenak air pun jatuh
Dari hati yang luluh
Dalam sunyi tiada bunyi
Tiada kicau tiada nyanyi
Hanya teriak bergema
Menggegar jiwa.
Dalam gugup
Dahi merunduk
Raga menggigih
Simpati ditagih
Dipohon ihsan
Belas kasihan
Pada Tuhan:
Agar setiap ujian
Dibekalkan iman
Tak goyah meski payah
Tak goncang meski panjang.
Ibnu Anas al-Kutawi,
Kg. Kota, 15/11/2012
Tiada ulasan:
Catat Ulasan